PENINGKATAN FUNGSI KOGNISI ANAK USIA SD MELALUI STIMULASI AFEKSI DI MOJOKERTO

LIDA KHALIMATUS S, TRIA WAHYUNINGRUM & RINA MARDIYANA

Abstract


Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi berlangsung sama. Pada usia sekolah dasar anak sudah dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemamapuan intelektual kognitif. SDN Mlirip II Jetis Kabupaten Mojokerto merupakan sekolah dasar yang berada diwilayah kota Mojokerto, SDN ini memiliki murid yang cukup banyak rata-rata perkelas 50 siswa. Pendidikan di sekolah bertujuan agar anak mampu mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimiliki agar mampu menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Potensi akan berkembang tergantung dari stimulus atau lingkungan yang mempengaruhinya. Perkembangan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinasi antara susunan saraf dan otot. Perkembangan berkenaan dengan keseluruhan kepribadian individu anak, karena kepribadian individu membentuk satu kesatuan yang terintegrasi. Secara umum dapat dibedakan beberapa aspek utama kepribadian individu anak, yaitu aspek intelektual, fisik-motorik, sosio-emosional, bahasa, moral dan keagamaan. Perkembangan motorik kasar anak yang tidak optimal bisa menyebabkan menurunnya kreatifitas anak dalam beradaptasi. Stimulasi sangat diperlukan agar perkembangan anak menjadi optimal. Sebagai generasi penerus tumpuan bangsa sehingga kualitasnya perlu dipersiapkan dengan baik. Keadaan ini menjadi peluang bagi kami untuk melakukan upaya konkrit dalam meninggkatkan pengetahuan generasi penerus bangsa dengan kegiatan pengabdian masyarakat tentang stimulasi fungsi kognisi pada anak.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.